Nama : Bella Indah Crisfana
Kelas : XII MIPA 09
No urut : 06
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia mengenai teks editorial.
" Jadi Sorotan Akibat Unggahan Media Sosial "
Beredar informasi mengenai Rachel Vennya seorang influencer terkenal kabur dari Wisma Atlet Pademangan dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Informasi itu membuat Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memeriksa Rachel Vennya terkait soal dirinya yang kabur dari pusat karantina di Wisma Atlet, Jakarta.
Hal ini dimulai ketika melalui Instagram iapribadonya membagikan kegiatan liburannya saat sedang di Amerika. Namun publik merasa bingung ketika kembali ke Indonesia yang seharusnya melakukan karantina ia langsung pergi ke Kota Dewata, bali. Ia beralasan bahwa ingin bertemu dengan anak-anaknya.
Kaburnya Rachel Vennya dari kewajiban karantina menggegerkan masyarakat. Publik dibuat kesal lantaran karantina harus dijalani terutama sepulang dari luar negeri meskipun harus menghadiri acara mendesak sekalipun.
Penyebaran kasus covid-19 di Indonesia sudah mulai berkurang, berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk menekan angka kasus. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan karena untuk kepentingan orang banyak. Sebelumnya Pemerintah telah mengeluarkan aturan karantina bagi setiap orang setelah melakukan perjalanan internasional.
Pemeriksaan dilakukan oleh pihak kepolisian, ia bisa keluar dengan bantuan dua anggota TNI dan membantunya keluar dari wisma atlet. Kasus ini tentu membuat publik heboh lantaran namanya yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Rachel Vennya dikenal masyarakat sebagai seseorang yang menginspirasi terutama dari unggahan yang selalu dibagikan di sosial media. Menjadi terkenal dan menggunakan uang dalam membentuk koneksi untuk kepentingan diri sendiri dapat menjadi bumerang.
Kasus kabur seperti ini sudah banyak terjadi di Indonesia, tidak mengikuti karantina dengan banyak alasan yang tentu saja tidak satupun bisa dibenarkan. Baik seorang influencer, selebgram, artis, orang kaya atau orang pentingpun bukan berarti bisa berlaku seenaknya. Kegiatan atau tindakan yang mereka unggah itu dapat dilihat oleh semua orang dan jika tidak berhati-hati dapat menjadi informasi yang salah.
Walaupun sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi tetapi sangat disayangkan perilakunya tetap harus diberi sanksi tegas. Kasus kabur dari karantina ini tidak boleh dianggap remeh pemerintah harus melakukan tindakan tegas karena dapat merugikan banyak orang.
Kasus Rachel Venya ini menjadi pelajaran dan teguran keras untuk setiap masyarakat. Siapapun kita baik terkenal ataupun tidak terkenal tidak bisa menjadi alasan untuk kabur dari peraturan karantina. Ini juga contoh untuk menggunakan sosial media secara bijak karena efek dari unggahan di sosial media bisa sangat besar apalagi jika ia merupakan orang yang berpengaruh dan dikenal banyak orang, tanpa disadari ia ikut andil dalam memberikan contoh pada pengikutnya.
Komentar
Posting Komentar