TEKS KRITIK DAN ESAI
Nama : Bella Indah Crisfana
Kelas : XII MIPA 09
No Absen : 06
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas pelajaran Bahasa Indonesia pada bab Kritik dan Esai.
- Teks Kritik
Kritik Novel Berkisar Merah
karya Ahmad Tohari
Karya sastra sebagai
sebuah cerminan tatanan sosial yang lengkap, hidup, dan dinamis. Yang di
dalamnya menyediakan realitas sosial yang terdapat kontradiksi-kontradiksi
dalam tatanan sosial.
Pada novel ini pengarang
novel Bekisar Merah menyajikan keadaan masyarakat Karangsoga sebagai masyarakat
penyadap kelapa yang pendapatannya tergantung dari harga gula kelapa. Adapun
harga gula kelapa tersebut sering dipermainkan oleh tengkulak. Para penyadap
kelapa hanya menerima harga gula yang tidak proposional bila dibandingkan
dengan yang dibayarkan oleh konsumen, terutama di kota-kota besar. Harga gula
tersebut terlalu rendah yang diterima oleh para penyadap dan tidak mempunyai
nilai ekonomi bagi mereka sendiri. Sedangkan nilai ekonomi dan keuntungan
pedagang gula kelapa hanya dinikmati oleh tengkulak, pedagang besar yang
tentunya mereka adalah orang berduit. Dilukiskan oleh pengarang bahwa
keuntungan yang besar juga dipetik oleh industri makanan, obat-obatan, serta
barang konsumsi lain yang bahan dasarnya dari gula kelapa. Merekalah yang
menciptakan mekanisme pasar dan mereka pula yang menentukan secara mutlak naik
turunnya harga gula.
Seperti pada kutipan
berikut yaitu tentang harga gula misalnya; para penderes terbukti menerima jumlah
yang sangat tidak proposional, keuntungan perdagangan gula kelapa hanya
dinikmati oleh tengkulak, pedagang besar, Bandar di pasar-pasar kota. Merekalah
yang bersama-sama menciptakan mekanisme pasar dan pengaruh mereka terhadap naik
turunnya harga gula sangat besar, atau bahkan mutlak. Hal tersebut menunjukkan
bahwa pengarang menyampaikan adaya kesenjangan sosial yang sangat tajam. Adanya
penguasaan ekonomi yang dikuasai oleh kaum borjuis. Hubungan ekonomi dengan
menentukan harga gula yang sesuai dengan perhitungan kaum borjuis. Hal ini
mengakibatkan adanya pertentangan kelas sosial. Yang dalam hal ini dimenangkan
oleh kaum borjuis sebagai pemilik modal. Ini menunjukkan adanya ketidakadilan
dan tidak adanya perlindungan terhadap para penyadap.
Dalam situasi yang
demikian, pengarang memunculkan tokoh Kanjat, anak Pak Tir yang tengkulak.
Kanjat sadar bahwa di hadapan dia ada situasi yang memprihatinkan. Kanjat
berangkat dari kaum borjuis memiliki empati terhadap nasib para penyadap.
Kanjat mengambil skripsi tentang kehidupan para pembuat gula kelapa. Dari
penelitian tersebut, Kanjat terkejut menghadapi kenyataan yang mengusik
jiwanya. Kanjat dipakai oleh pengarang sebagai sosok kelas atas yang menaruh
kepedulian terhadap nasib rakyat yang tertindas. Dalam alam bawah sadar yang
muncul tidak terasa menuntut keberpihakan dan keprihatinan terhadap kehidupan
masyarakat penyadap. Pada sisi yang lain kehidupan masyarakat penyadap
memberikan pelajaran tentang kepahitan dan kegetiran hidup kaum tertindas.
Kanjat selalu tercenung bila menyadari bahwa kehidupan para penyadap yang
sengsara di sekelilingnya terbukti setiap hari memberikan subsidi kepada mereka
yang lebih makmur.
Kanjat merupakan
sosok benang merah yang dipakai oleh pengarang untuk menipiskan adanya pertentangan
kelas sosial. Dalam teori marxis pertentangan kelas yang dimenangkan oleh
proletar untuk untuk menuju masyarakat yang tanpa kelas. Ini dilakukan yang
walaupun dia berasal dari kelas borjuis, akan tetapi dia ingin mengangkat
masyarakat penyadap ke kelas sosial yang lebih baik. Kanjat merasa dirinya sama
dengan kaum penyadap. Ini menunjukkan adanya usaha untuk menuju pada masyarakat
yang tanpa kelas.
Seperti pada kutipan,
“Saya sih, sampai kapanpun tetap anak Karangsoga. Saya selalu merasa penyadap di
sana adalah sanak famili sendiri. Jadi kepahitan hidup mereka adalah
keprihatinan dan beban jiwa saya juga, beban yang tak ringan”. Setelah
menyelesaikan kuliahnya atas saran dari Prof. Jinem, Kanjat menjadi dosen di
Purwokerto dengan pertimbangan dia bisa berbuat sesuatu untuk membantu kaum
penyadap. Atas bantuan Doktor Jinem, Kanjat berhasil menyusun sebuah tim
peneliti. Dia mengambil bagian masalah dampak lingkungan kegiatan produksi gula
kelapa. Hasil penelitian Kanjat beserta teman-temannya disusun sebagai naskah
artikel untuk media massa.
Datangnya modernisasi
di Karangsoga menimbulkan masalah baru bagi masyarakatnya. Dari hasil
penelitian ditemukan pengolahan nira secara masal dengan tungku moderen, namun
ternyata masyarakat di Karangsoga sulit menerima perubahan. Sosok Kanjat yang
oleh pengarang dimunculkan untuk perjuangan meniadakan kelas rupanya hanya
berhasil memperkenalkan bahan kimia pengawet nira serta bahan untuk membantu
mengeraskan gula. Persoalan untuk membangun masyarakat tanpa kelas yang ingin
dilakukan oleh Kanjat memang sangat rumit dan memang harus merombak sistem
kehidupan sosial politik, intelektual dan kultural secara terus menerus. Akan
tetapi apa yang dilakukan oleh Kanjat belum juga mendapat respon dari
masyarakat. ”Tetapi bagaimanapun aku sudah mencobanya. Juga aku menjadi sadar
bahwa hal tersebut tidaklah mudah bagi Kanjat”
Seperti kutipan pada
buku yaitu “permasalahan para penyadap di sini memang besar dan rumit sehingga
tidak bisa diselesaikan dengan cara kecil-kecilan. Segi-segi pandang seperti
kebiasaan, taraf pengetahuan, dan juga budaya terlihat di dalamnya. Dari luar,
para penyadap menghadapi tataniaga gula yang demikian panjang dan tidak adil,
namun sudah berhasil menciptakan ketergantungan yang demikian mendalam. Jadi
hanya dengan usaha besar-besaran, terencana dengan baik, serta ada kebijakan
politik dan dana yang banyak, taraf hidup para penyadap dapat diperbaiki.
Persoalan baru muncul
ketika Karangsoga akan dialiri listrik. Banyak pohon kelapa yang harus
ditebangi. Hal tersebut membuat para penyadap menjadi bingung karena
pohon-pohon kelapa yang sudah menjadi sumber penghidupan mereka dan pohon
tersebut harus ditumbangkan tanpa uang pengganti. Ini juga dimunculkan oleh
pengarang sebagai bentuk kesewenangwenangan penguasa yang tidak dapat ditolak
oleh masyarakat yang merupakan wakil dari kaum proletar. Peristiwa ini
m,enunjukkan adanya kekuasaan yang otoriter, memaksakan kehendak tanpa
dipersiapkan terlebih dahulu. Sebuah pembangunan memang membutuhkan
pengorbanan, akan tetapi perlu pula masyarakat setempat dipersiapkan untuk
menerimanya.
Adanya aliran listrik
yang masuk ke desa Karangsoga akan membawa dampak yang lebih rumit. Tentunya
akan terjadi perubahan dalam setiap sendi kehidupan di Karangsoga. Listrik
dapat membawa perubahan tatanan sosial yang sangat luas bagi kehidupan
masyarakat Karangsoga. Seperti kutipan berikut. ”Ya, Demi Tuhan, kita bersyukur
karena listrik akan masuk ke Karangsoga. Dengan listrik orang Karang soga bisa
mendapat banyak kemudahan. Masalahnya, Las, lagi-lagi kaum penyadap itu. Banyak
pohon kelapa tumbuh berbaris sepanjang tepi jalan dan lorong kiampung ini.
Pohon-pohon kelapa seperti itu harus ditebang karena kawat listrik direncanakan
lewat di sana”. Kutipan tersebut dapat diintepretasi sebagai adanya ungkapan
bahwa denga listrik orang Karangsoga bisa mendapat banyak kemudahan. Ini
menunjukkan sebuah dampak modernisasi. Kemudahan ini mungkin bagi yang
mempunyai modal akan dapat mengembangkan usaha. Hal tersebut akan memunculkan
revolusi yang justru tidak menghancurkan kapitalis akan tetapi memunculkan
kapitalis baru. Pemilik modal, dengan adanya listrik dapat mengembangkan usaha.
Fenomena-fenomena
yang disajikan oleh pengarang seperti tersebut menunjukkan bahwa pengarang
peduli terhadap derita kaum tertindas di tengah hegemoni ”penguasa” yang hanya
mementingkan keuntungan sendiri. Pengarang mampu menggiring pembaca berempati
pada kehidupan kaum tertindas (proletar) yang penuhy duka. Secara tidak
langsung pengarang mengkritik dampak pembangunan yang sesungguhnya
menyengsarakan rakyat. Dampak pembangunan akan memunculkan perubahan kapitalis
dan konsumtif.
Kritik marxis yang
diuraikan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam novel Bekisar Merah terdapat
pertentangan kelas antara rakyat penyadap kelapa yang hidupnya tergantung dari
harga gula yang terlalu rendah yang tidak mempunyai nilai ekonomi bagi
kehidupan dan kaum borjuis (tengkulak, pedagang besar, industri makanan) yang
menciptakan mekanisme pasar.
Adanya kesenjangan sosial yang sangat tajam karena penguasaan ekonomi dikuasai oleh kaum borjuis. Dalam novel ini Kanjat dimunculkan oleh pengarang yang berasal dari kelas atas menaruh kepedulian terhadap nasib rakyat yang tertindas. Tokoh Kanjat dipakai oleh pengarang untuk menipiskan adanya pertentangan kelas, bahkan Kanjat sebagai tokoh yang berjuang menuju masyarakat yang tanpa kelas.
- Teks Esai
Negara dan Korupsi
Korupsi dan koruptor adalah
hal yang kiranya tidak asing kita dengar selama ini. Di Indonesia sudah banyak
sekali kasus korupsi yang terjadi di tanah air. Korupsi itu bagaikan sebuah pisau
yang tajam menusuk pemegang pisaunya sediri itu sama seperti halnya korupsi yang
menusuk perekonomian sebuah negara. Orang yang melakukan tindak korupsi sering
disebut sebagai koruptor atau bisa disebut sebagai tikus berdasi bagaikan lagu
Iwan Fals. Hal tersebut dikarenakan para koruptor tidak lain adalah wakil atau
kepercayaan rakyat untuk memegang kursi eksekutif sebuah negara. Seakan akan di
Indonesia tindakan buruk seperti ini tidak bernilai apa apa sebuah sikap yang jujur
pun tidak berarti apa apa dibanding uang. Padahal uang yang mereka kelola
adalah keuangan milik rakyat. Sungguh miris jika uang yang bukan menjadi haknya
direnggut seenaknya oleh para koruptor. Memang benar selama ini pemerintah Indonesia
telah banyak berusaha untuk menghentikan aksi koruptor yangterjadi selama ini. Pemerintah
tidak hanya menghentikan namun juga menindak pidanai hukum korupsi yang berlaku
untuk mencabut semua akar akar korupsi yang ada di Indonesia.
Terkadang,pemerintah
sebagai penanggung jawab pun masih bisa bertindak seenaknya sendiri terhadap
tanggung jawab yang dikelola. Tindak pidana yang dilakukan terhadap negaranya
sendiri seperti tindak korupsi kolusi maupun nepotisme dengan memberi pengertian-pengertian
moral dan penekanan pendidikan karakter untuk genersi bangsa agar menghindarkan
generasi bangsa menjadi pelaku korupsi diharapkan dapat memperbaiki sistem
ekonomi dalam Indonesia yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi di antara negara-negara
lain sehingga kedepannya generasi Indonesia menjadi benar-benar generasi unggul
yang mampu menciptakan sistem ekonomi yang stabil dengan tingkat korupsi yang
rendah. Dengan demikian sebuah negara dikatakan hidup jika pendidikan karakter
baik dan tingkat korupsi rendah.
Korupsi yang terjadi
di Indonesia saat ini, sudah dalam posisi yang sangat parah dan begitu mengakar
dalam setiap sendi kehidupan. Perkembangan praktek korupsi dari tahun ke tahun
semakin meningkat, baik dari kuantitas atau jumlah kerugian keuangan negara
maupun dari segi kualitas yang semakin sistematis, canggih serta lingkupnya
sudah meluas dalam seluruh aspek masyarakat. Meningkatnya tindak pidana korupsi
yang tidak terkendali akan membawa bencana tidak saja terhadap kehidupan perekonomian
nasional tetapi juga pada kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya.
Maraknya kasus tindak pidana korupsi di Indonesia, tidak lagi mengenal
batas-batas siapa, mengapa, dan bagaimana.
Tidak hanya pemangku
jabatan dan kepentingan saja yang melakukan tindak pidana korupsi, baik di
sektor publik maupun privat, tetapi tindak pidana korupsi sudah menjadi suatu
fenomena. Penyelenggaraan negara yang bersi menjadi penting dan sangat
diperlukan untuk menghindari praktek-praktek korupsi yang tidak saja melibatkan
pejabat bersangkutan, tetapi juga oleh keluarga, yang apabila dibiarkan, maka
rakyat Indonesia akan berada dalam posisi yang sangat dirugikan.
Tindak pidana korupsi
merupakan kejahatan yang luar biasa, karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan
bernegara. Namun demikian, pada kenyataannya, penjatuhan hukuman kepada
pelakunya sangat ringan dibanding dengan ancaman pidananya, sehingga
menimbulkan anggapan bahwa meningkatnya kejahatan dikarenakan para Hakim
memberikan hukuman ringan atas pelaku koruptor. Oleh karena itu, sebaiknya
tindakan yang diambil pengadilan merupakan "ultimum remedium"
terhadap pelanggar/pelaku kejahatan khususnya korupsi.
Seperti yang telah
kita ketahui bahwa korupsi merupakan suatu tindakan yang sangat merugikan sehingga
bisa dikatakan kasus korupsi yang ada di Indonesia sangat memprihatinkan, karena
banyaknya petinggi Negara yang melanggar janji yang dari awal dibuat, serta
mereka tidak memikirkan rakyat kecil yang sedang kesusahan untuk mencari uang
sedangkan mereka tengah bersenang-senang dengan uang yang seharusnya bukan hak mereka.
Terlebih pada kasus korupsi menteri terhadap BANSOS COVID 19 yang sangat
keterlaluan, disaat rakyat susah malah sibuk menguntungkan diri. Bagi saya
seharusnya korupsi lebih baik tidak ada toleransi untuk hukumannya, antara
hukuman mati atau penjara seumur hidup. Korupsi di Indonesia berkembang secara
sistemik.
Bagi banyak orang
korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekadar suatu
kebiasaan. Adapun kasus korupsi pada masa pandemi saat ini terutama dilakukan
oleh Menteri Sosial Julia Batu Bar merupakan hal yang sungguh memalukan,terutama
dilakukan oleh seorang pejabat negara yang memiliki kewajiban dan telah yang
diambil sumpah untuk rakyat malah justru bisa dikatakan berkhianat apabila
tidak dilakukan sendirian.
Dalam hal ini
mendapat sorotan dari Kementerian Sosial memastikan akan bekerjasama penuh dan
membuka akses informasi yang diperlukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 dengan tersangka pejabat Kementerian
Sosial, salah satunya Menteri Sosial Juliari Batubara.
Seperti kasus yang
telah terjadi membuktikan untuk seluruh penelitian perbandingan korupsi
antarnegara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah. Keadaan ini bisa
menyebabkan pemberantasan korupsi di Indonesia semakin ditingkatkan oleh pihak
yang berwenang. Perkembangan korupsi yang ada di Indonesia juga mendorong
pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di
Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat di dunia. Hukuman
yang harusnya diterapkan di Indonesia untuk memberantas korupsi adalah dengan
cara menghukum mati atau penjara seumur hidup dikarenakan banyaknya oknum-oknum
koruptor yang mempunyai hubungan antara Hakim dengan koruptor itu sendiri
sehingga bila hukuman yang diberikan oleh para koruptor itu berupa denda maka
mereka akan semena-mena untuk melakukan korupsi lagi yang dapat merugikan
rakyat. Bahwa tindak pidana korupsi sangat merugikan keuangan negara atau
perekonomian Negara dan menghambat pembangunan nasional, sehingga harus
diberantas dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan
hukum dalam masyarakat, karena itu perlu diganti dengan Undang-undang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang baru sehingga diharapkan lebih
efektif.
Ada beberapa cara
yang sebaiknya dilakukan sebuah negara untuk pencegahan korupsi yakni pertama
adalah dengan pendidikan,pendidikan yang baik bagi warga Indonesia khususnya
adalah generasi millenial yang memegang penting masa depan bangsa.Pendidikan
menjadi hal terpenting sebagai tindak presentif yakni penguatan karakter
bangsa.Suatu negara dapat dikatakan mati jika sistem pendidikan suatu negara
tersebut mati terlebih dicemari oleh sebuah kasus yang bernama korupsi.
Pendidikan karakter ini lebih penting dari pada penekanan ilmu pengetahuan
karena yang berilmu belum tentu beradab nyatanya para koruptor adalah mereka
yang memiliki ijazah tinggi namun sikap karakter yang kurang Dengan penekanan
karakter diharapkan lebih presentif terhadap tindak korupsi
Lalu yang kedua
adalah penguatan supremasi hukum yang berlaku di Indonesia. Jika hukum lemah
maka koruptor akan seenaknya dalam melakukan korupsi maka negara akan semakin
mati. Menciptakan undang undang yang keras terhadap tindak korupsi adalah
solusi yang paling tepat dalam pengambilan langkah menumpas korupsi hingga
keakar akarnya.
Kendatinya korupsi
adalah permasalahan karakter yang sering terjadi di Indonesia dan masalah
karakter ini tidak hanya diselesaikan melalui pendidikan karakter yang hanya
sebentar namun dari sejak dini pemerintah harusnya menerapkan kurikulum yang
lebih jelas mengenai tindak pidana yang dilakukan terhadap negaranya sendiri
seperti tindak korupsi kolusi dan maupun nepotisme dengan memberi pengertian-pengertian
moral dan penekanan pendidikan.
Karakter untuk generasi
bangsa agar menghindarkan generasi bangsa menjadi pelaku korupsi diharapkan
dapat memperbaiki system ekonomi dalam Indonesia yang memiliki tingkat korupsi
yang tinggi di antara negara-negara lain sehingga kedepannya Generasi Indonesia
menjadi benar- benar generasi unggul yang mampu menciptakan sistem ekonomi yang
stabil dengan tingkat korupsi yang rendah.Dengan demikian sebuah Negara dikatakan
hidup jika pendidikan karakter baik dan tingkat korupsi rendah.
Tindak pidana korupsi di Indonesia semakin banyak terjadi dan memberikan dampak bagi rakyat. Rakyat harus menanggung akibat dari tindak pidana korupsi terutama disebabkan oleh akibat dari para pejabat sendiri terutama yang dibebani tanggung jawab dalam pengelolaan bansos pada kondisi COVID 19. Hal ini merupakan suatu realitas yang mengenaskan bagi Indonesia saat ini.
Oleh karena itu, pemerintah seharusnya berupaya untuk melakukan pemberantasan yang menyeluruh hingga lingkup masyarakat kecil. Pencegahan ini bertujuan agar Indonesia tidak mengalami kemerosotan pada berbagai aspek karena dampak dari tindakan korupsi begitu negatif dan mengancam eksistensi negara. Upaya yang seharusnya lebih ditekankan oleh pemerintah adalah pencegahan dan penindakan.Dimana pemerintah harus tegas dengan mengatur UU hukum korupsi dan juga pencegahan melalui pendidikan karakter anti korupsi.Sehingga diharapkan adanya korupsi bisa diatasi dan meminalisir pada tindak korupsi tiap tahunnya.
teks esai dan kritik yang dibuat sudah sesuai degan struktur dan kaidah kebahasaannya, topik yang diangkat pada esai menarik dan kritik sastranya cukup kritis👍
BalasHapusTeks kritik dan teks esai yang dibuat sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya 👍👍
BalasHapusTeks Esai yang dibuat sangatlah menarik karena mengangkat topik yang sedang hangat dibicarakan. Teks kritik yang dibuat juga sudah menggunakan unsur dan kaidah kebahasaaan yang sesuai dengan aturan, serta menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami.
BalasHapusTeks esai dan teks kritik sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan sudah sangat bagus pada bagian struktur nya👍
BalasHapusTeks kritik sastra dan esai yang dibuat sudah sesuai strutur dan kaidah kebahasaan, topik yang diangkat pun sangat menarik.
BalasHapusMenurut saya teks kritik dan esai tersebut sudah sangat bagus dan sesuai baik dari segi struktur, maupun kaidah kebahasaannya. Selain itu masing-masing teks yang dibuat juga sudah sesuai dengan ciri-ciri dari teks kritik dan juga esai. Masalah yang diangkat dan dibicarakan juga merupakan topik yang aktual sehingga menarik untuk dibaca
BalasHapusTeks kritik yang dibuat sangat menarik, pembahasannya lengkap dan bahasa yang digunakan pun mudah dipahami. Teks essai yang dibuat pun sudah baik dan sesuai dengan kaidah penulisan teks essai.
BalasHapusTeks essai yang dibuat sangat bagus dan menarik karena membahas topik yang mengedukasi kalangan masyarakat, sedangkan teks kritik yang dibuat sangat sesuai dengan unsur-unsur kaidah kebahasaan.
BalasHapus